Showing posts with label Failed. Show all posts
Showing posts with label Failed. Show all posts

20130801

Adera - Melewatkanmu [Galau Berkualitas]

Melewatkanmu di lembaran hariku
Selalu terhenti di batas senyumanmu
Walau berakhir cinta kita berdua
Hati ini tak ingin dan selalu berdusta

Lupakanmu takkan mudah bagiku
Selalu ku coba namun aku tak mampu
Membuang semua kisah yang telah berlalu
Di sudut relung hatiku yang membisu ku merindukanmu

Harusnya ku telah melewatkanmu
Menghapuskanmu dari dalam benakku
Namun ternyata sulit bagiku
Merelakanmu pergi dari hatiku
Selalu ingin dekat tubuhmu
Namun aku tak bisa karena kau telah bahagia

Harusnya ku telah melewatkanmu
Menghapuskanmu dari dalam benakku
Namun ternyata sulit bagiku
Merelakanmu pergi dari hatiku (hatiku)
Selalu ingin dekat tubuhmu
Namun aku tak bisa, namun aku tak bisa
Karena kau telah bahagia

 Ini contoh galau yang berkualitas & ga alay :_____________)

20111024

Ketika Mimpi Menjadi Sebuah Tamparan

"Ke setiap diri di depan saya...hari ini, saya bilang...jika kamu punya impian, impian besar dan begitu bermakna, kekuatan imajinasi manusia yang luar biasa, tetapi kamu tidak sedikit pun bekerja keras, tidak sedikit pun meneteskan keringat untuk memperjuangkan impian kamu,...buat saya kamu hanyalah pembual nomor satu bagi diri kamu sendiri."

"Juga...ke setiap diri di depan saya hari ini, saya bilang..., jangan coba coba bekerja keras, tetapi tanpa impian, tanps impian yang membakar diri dan benak kamu setiap hari, berkeringat, lelah,... tetapi tanpa makna, melangkah tetapi tanpa tujuan, bangun di pagi hari menyesali apa yang kamu lakukan, bekerja keras tanpa impian, buat saya..., kamu... hanyalah pembual nomor satu bagi dunia."

"Pertama kita harus akui kalau imajinasi positif dan negatif itu ada, jangan terus  juga berpikir positif, karena itu membuat kita menjadi tidak waspada, imajinasi positif dan negatif sesuatu yang harus kita terima sebagai manusia biasa. Kedua, jangan pernah biarkan imajinasi, penciptaan negatif kita melebihi kekuatan penciptaan imajinasi positif kita. Kita harus terus melawan, terus menciptakan pikiran pikiran positif dalam imajinasi kita, jangan sampai imajinasi negatif kita berkembang melebihi imajinasi positif kita, kita harus membakarnya setiap hari."

20111021

"Laki laki memang belum jadi laki laki kalau belum merasakan besar dan tulusnya cinta seorang perempuan, tulus,...penuh untuknya...,"

"Padahal, untuk mendapatkan  cinta sebesar itu dari seorang perempuan, yang harus dilakukan oleh seorang laki laki hanyalah memberikan cintanya sebesar itu juga, penuh,...tanpa batas...tanpa balas..."

"Tapi itulah kadang kita laki laki lupa. Yang dia tahu siapa menang dan siapa yang kalah."

"Tak lama setelah tatapan itu, sesuatu di bawah kulit menyatu, layaknya perisai maha kuat yang melebur dan berkata bahwa apa pun yang terjadi di dunia ini, ia bisa melindungi wanita di hadapannya. Saat kebenaran sejati seorang laki laki datang, diam dan berdamai di dalam tubuh-menguatkan."

"Seorang laki laki bisa terbang kapan saja kalau ia mau, pertanyaan yang tertinggal hanya untuk apa dan siapa ia melakukannya."

"Jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia, karena Tuhan sedikitpun tidak pernah..."

20111019

(Re-post++)

"Luka sunat mungkin bisa satu bulan hilang, tapi rasa sakit hati, bisa jauh lebih lama. Karena luka hati, terutama ketika tidak dijahit, bisa jadi tidak akan pernah kering." Marmut Merah Jambu (Raditya Dika)

"Ketika lo merasa disia-siain sedemikian rupa, lo jadi ngerasa semacam punya defense mechanism. Lo akhirnya nyadar." Marmut Merah Jambu (Raditya Dika)

"...pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. ...pada akhirnya menerima dan paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan." Marmut Merah Jambu (Raditya Dika)


"Rasanya seperti diingatkan bahwa kita, memang tidak sempurna, atau setidaknya tidak cukup sempurna untuk orang tersebut" Marmut Merah Jambu (Raditya Dika)

"Kenapa kesempurnaan hidup kita, sebagai manusia, harus ditandai bahwa kita udah bisa ketemu dengan soulmate kita?" Marmut Merah Jambu (Raditya Dika)


"Kalau mimpi kita ketinggian, kadang kita perlu dibangunkan oleh orang lain." Marmut Merah Jambu (Raditya Dika)

20111018

Dawn

Let bygones be bygones. Ayo sama sama minum Baygon -_-
Biarin yang udah ya udah. Biarin pergi sesukanya. Semangat Christina! Semangat, Jangan liat liat belakang lagi. Yang belakang aja ga mau liat liat *ups* ya walaupun perih perih dikit sih gapapa lah.
Ketika terlalu lama bersama sampe lupa rasanya sendirian, tapi gue udah terlalu lama sendirian -_-
Ketika terlalu lama di dalam zona kenyamanan lalu berpindah ke zona kebosanan, gue mau ngerasain lagi nyaman itu :"
Ketika semuanya harus memilih. Harus ada yang ditinggalkan, harus ada yang dikorbankan.
Gue percaya. Semuanya indah pada waktunya.
Ketika dulu seseorang pernah ada yang bilang 'You'll never walk alone', tapi sekarang udah ga berlaku dan gue jadi bener bener: You'll never walk  alone. Terimakasih.

20111001

"Seperti hidup yang tidak sempurna. Kamu janji...kamu tidak akan menyerah. Cintai impianmu. Cintai kerja kerasmu. Cintai hidupmu dengan berani, jangan menyerah dan jangan pernah berputus asa." 2 (Donny Dhirgantoro)

"Seperti hidup yang tidak sempurna, kamu mencintainya dengan tidak berputus asa..." 2 (Donny Dhirgantoro)

20110930

(No) Dreams. (No) Fight. (No) Faith.

Kalo yang pernah baca 5cm. pasti tau. Harusnya yang bener "Dreams. Fight. Faith". Tapi itu udah ga berlaku buat gue.
Nih, 29 September 2011 itu hari dimana paling gue tunggu tunggu di bulan September. Di tanggal itu masa depan gue ditentuin, gue diterima STAN atau nggak. Waktu ngerjain soalnya, gue optimis, bener bener optimis. Secara ya gue bimbel di Bintaro, bolak balik Cikeas-Bintaro itu jauh apa deket? Jauh, Banget. Gue berasa mudik. Belajar disana cuma 2 jam Senin-Kamis, tapi perjalanan gue pulang pergi lebih dari 4 jam. Ngenes. Gue bimbel juga ga cuma di satu tempat aja. Gue juga bimbel Kompass STAN di sekolah. Gue optimis. Bukan takabur. Temen temen gue juga ada yang bilang belum siap, deg degan, gugup, Puji Tuhan gue sama sekali ga ngerasain apa apa. Gue tenang banget, gue siap tempur 100%.
H-1 gue survey ke Gelora Bung Karno, Senayan sama papa. Gue tes di Sektor 4 atas. Gue semangat banget, ternyata tempat duduk gue gampang banget dicari soalnya posisinya deket banget sama pintu masuk. Malemnya gue ga bisa tidur, gara gara ga sabar nunggu besok -_- alhasil gue baru tidur jam 1 pagi.
Besoknya, 21 Agustus 2011 gue berangkat jam 04.30 pagi dari rumah. Padahal mulai ujian itu jam 08.30. Gara gara apa coba? Iya bener, rumah gue jauh -_- tapi gue juga orangnya ga suka dateng siang siang apalagi ngepas mau mulai. Bukan gue banget itu. Di jalan kosong banget, wush wush! Gue sampe jam 05.30, disana udah rame rame serame ramenya orang nonton bola. Jadi yang tes di Gelora Bung Karno ada sekitar 9000-an orang lebih.
Untung gue udah survey, jadinya udah santai ga perlu nyari nyari. Gue nunggu sambil smsan sama Mpok sama Irma. Lama banget nungguinnya, gue bosen banget. Di sebelah gue, cowok, pake lotion -_- wanginya itu loh semriwiiiiing banget. Gue jadi tambah pusing -_-
Pas udah disuruh ngerjain gue langsung semangat, semua yang udah gue pelajarin dari bimbel, try out semuamuamuamuanya sangat bermanfaat dan gue ngerjainnya jadi gampang gampang susah. Susahnya gara gara STAN tahun ini emang beda banget, udah tesnya di GBK, terus ngerjain soalnya jadi 2 sesi. Ini menurut gue ga adil -_-
Padahal gue biasa ngerjain itu gonta ganti, kalo gue bete sama TPA, gue pindah ke Bahasa Inggris gitu juga sebaliknya. Eh ini malah jadi 2 sesi, 100 menit buat TPA 180 soal, 50 menit buat Bahasa Inggris 60 soal. Tapi puji Tuhan gue tetep bisa adaptasi sama peraturan barunya.
Pas udah selesai ada masalah baru lagi. Gue susah keluar diantara ribuan massa yang mau keluar juga. Body bokong gue ga guna, biasanya gue jago senggol sana senggol sini biar cepet keluar, eh ini susah. Disana banyak yang lebih dari gue jadinya gue udah pusing pusing abis ngerjain soal ini jadi mual gara gara desek-desekkan -_- Eh tiba tiba ada ibu ibu bilang ke gue "Neng bisa ya? Semoga masuk ya neng" Aih, Gue seneng banget ada ibu ibu ngedoain gue. Pas udah di rumah, gue langsung buka website tempat bimbel gue, disitu udah dibahas jawabannya semua versi tempat bimbel gue, sesuatu yah, gue lulus dari nilai mati. Ini bikin gue bener bener optimis tingkat dewa.

Keluarga besar mama papa semua udah tau gue nyoba STAN, semua mendukung, semua udah nyusun rencana. Gue juga punya harapan. Jadinya gue ngerasa punya tanggung jawab besar buat bikin mereka seneng, buat bikin mereka bangga. Apalagi khusus buat mama sama papa, kapan lagi kan gue nyenengin mereka. Selama ini gue cuma bisa nyusahin doang. Minta ini minta itu mau ini mau itu. Kadang kadang pake boong segala lagi, suka ngebantah. Oh my God what kind of child I was. Yah gue tau sih walaupun gue ga nyoba STAN doang, tapi nanti gue nyoba Taruna AIM sama AKIP juga tapi gue tau mama pengen banget anaknya masuk STAN. Pokoknya usaha & doa gue to the max.
Gue percaya banget sama kemampuan diri gue sendiri. Apalagi semua tau kan gue onfire banget mau masuk STAN.